Cari Blog Ini

Minggu, 06 September 2020

Sufi Mesir

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, "Guru, saya belum paham mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman ini berpakaian necis amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain." Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cobalah, bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas."Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu ".: "Cobalah dulu sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil." Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak." Zun-Nun, sambil tetapi tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian.."Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian.Namun tidak bagi "pedagang emas".Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa.Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku.Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.".

Partisipasi IPeKB Indonesia DPD Provinsi Kepulauan Riau Peduli Covid 19

 TANJUNGPINANG (HK)- Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB) Indonesia Daerah Provinsi Kepri bekerja sama dengan LAZNAS YASKESMA, BAZNAS Kepri dan BAZNAS Kota menggelar kegiatan Bakti Sosial, Jumat (8/5/2020).

Ketua IpeKB Kepri Dody Gunawan Supriyadi, mengatakan kegiatan tersebut diawali dari Balai Penyuluhan KB Kecamatan Tanjungpinang Timur yang beralamat di Jalan Peralatan KM 7 bergerak menuju wilayah Kelurahan Dompak, MKP, Kampung Bulang danTanjungpinang Barat.

“Kegiatan IpeKB peduli pada dampak Covid-19 ini, melibatkan kader Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP), Kader PPKBD dan Sub PPKBD Kita Tanjungpinang,” ungkap Dody.

Dody menambahkan, bantuan sembako untuk baksos ini bersumber dari swadaya Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia Daerah Provinsi Kepri sebanyak 22 orang, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB) Indonesia Daerah Provinsi Kepri, LAZNAS YASKESMA Kepri, BAZNAS Kota Tanjungpinang serta BAZNAS Kepri.

“Adapun yang menerima bantuan tersebut,  selain masyarakat keluarga sasaran kami juga mendapat amanah untuk berbagi sembako dengan marbot masjid/musala. Mudah-mudahan nanti untuk tahap ke-2 jika pengajuan proposal kami ke BAZNAS kota disetujui, kami akan lanjutkan lagi kegiatan baksos ini,” ujar Dody.

Ia menambahkan, semoga bantuan sembako yang diberikan dapat bermanfaat kepada masyarakat yang berdampak pada Covid-19 ini. Adapun sembako tersebut terdiri dari beras, minyak sayur, gula dan mie instan.

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan sembako, Marlia mengucapakan banyak terima kasih kepada Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB) Indonesia Daerah Provinsi Kepri atas bantuan yang diberikan. (zki)

https://kepri.haluan.co/2020/05/11/ipekb-kepri-s


alurkan-sembako-kepada-warga-terdampak-covid-19/